Konsep Membuat Konten Unik Untuk Pemula - Rumah IT

Baru

recent

Konsep Membuat Konten Unik Untuk Pemula

Konsep Membuat Konten Untik Untuk Pemula

Rumahit.ID - Kita semua setuju kalo Content is king, ya kan? Tapi kita juga lebih setuju, bagaimana payah nya membuat konten yang berkualitas. Bagaimana tidak. Hampir semua pilihan konten yang terbersit untuk digarap, sudah tersedia dengan lengkap dan malah sepertinya lebih bagus dari apa yang akan kita buat.

Sebut saja blog atau vlog tentang review, tutorial, how-to content, cover lagu, beauty vlog, religi, berita artis, olah raga – semua sudah banyak yang bahas. Bahkan konten konyol dan sampah seperti prank 'Geje' yang kemaren sempat viral pun ada aja lho, Ya kan? Susah rasanya membuat konten yang unik dan berbeda dengan yang sudah ada. Terlebih jika kita tidak punya bekal dasar untuk membuat hal itu. Inilah salah satu alasan banyak blogger yang mundur teratur. Karena merasa dirinya tidak akan mampu bersaing.

Nah, ini pula yang selalu saya bilang, kalo kita sebagai publisher harus punya mindset dan mental yang kuat. Siap menghadapi persaingan. Harus tangguh dan besar hati. Berani berkompetisi dan mengalahkan musuh besar utama sebagai publisher. Yaitu rasa MALAS :). Malas dan tidak mau bersusah payah dalam membuat konten yang baik. Akhirnya kebanyakan publisher hanya membuat konten yang biasa-biasa saja. Efeknya? Traffic nya pun biasa saja. Pendapatan nya? Ya gitu deh. Gak jauh-jauh.

Tak jarang, demi mengejar target posting atau upload, memaksakan konten seadanya. Semua dilakukan supaya blog atau channel terlihat semata-mata aktif dimata google maupun audience. Mengesampingkan kualitas dan unsur penting yang harus ada dalam konten yang baik. Ini kesalahan yang umum dilakukan kebanyakan publisher. Tak heran, konten nya susah bersaing. Kembang kempis bahkan tenggelam mengenaskan. Apakah kamu masuk konten kreator yang gitu? Kalo iya, bertobatlah.

Ok. Kenapa saya membahas ini di awal?

Karena chemistry kita harus sama. Setidaknya saya pun pernah mengalami masalah yang sama. Bagaimana susah nya membuat konten yang unik.
Harapannya semoga bisa membantu dengan jalan keluar yang sama.

Kita harus tau, bahwa Google pun menilai dan mengoptimasi konten kita berdasarkan 3 aspek penting, yaitu:

1. Kualitas
2. Relevansi
3. Keunikan

Berbicara mengenai Kualitas konten, berarti kita bersentuhan dengan bahasan tentang ide yang orisinil, fresh dan baru. Google tahu persis aspek ini sangat krusial.
Karena biasanya, orang menyukai sesuatu yang baru, segar dan menarik. Sehingga konten yang baik di aspek ini, memiliki tingkat engagement yang juga berbanding lurus. Konten nya akan banyak dibagikan dan jadi trend.

Sedangkan Relevansi, lebih berbicara tentang tingkat kecocokan antara teks pencarian user dengan isi konten yang disajikan. Simpelnya, semakin sesuai isi konten dengan yang dicari user, maka konten kita akan semakin terindeks dengan baik.

Nah, ditulisan ini saya tidak akan membahas 2 aspek di atas. Kita akan bahas aspek yang ke 3 saja.
Unik itu artinya tunggal, hanya satu. Berbeda dari yang sudah ada.

Membedakan diri dari yang lain ini sangatlah penting. Dalam hal apapun. Termasuk dalam membuat konten untuk blog/ video. Tujuan nya satu, supaya konten kita gak tenggelam dan mati karena bahasan dan gaya nulisnya terlalu umum.
Seorang pakar marketing Jack Trout, bahkan menulis buku khusus “Differentiate or Die”. Isinya mengajarkan, bagaimana kita harus bisa membedakan diri dari kompetitor. Dengan memberikan sesuatu yang berbeda pada apa yang kita buat atau kerjakan.

Ok. Bahasan di atas cuman pengantar aja. Sekedar mengingatkan betapa pentingnya membuat sesuatu yang beda. Dalam konteks yang mau kita bahas, tentu saja konten. Baik itu untuk blog, video maupun apps. Kalo sampe disini temen-temen setuju, maka coretan saya ini mungkin bisa membantu. Karena inilah tujuan dari saya menulis semua ini.

Berikut ini ceklis dari proses kreasi konten yang biasa saya lakukan:

1. Mencari Ide Unik

Pekerjaan berat pertama membuat konten yang unik, tentu saja adalah mencari ide nya. Bahasan apa yang akan kita sajikan di niche kita. Kita bisa melakukan proses ini dengan cara mencari sendiri, berdasarkan pengalaman, pengetahuan atau ide yang terkadang muncul begitu saja. Keren nya, proses ini dikenal dengan istilah Brain Storming. Sebuah proses berfikir kreatif untuk mendapatkan sesuatu dengan cara yang baru.

Namun, dalam kasus membuat konten unik, salah satu cara mudah yang bisa kita lakukan adalah mengunjungi situs kompetitor. Lihat konten yang paling rame. Bagaimana cara mereka menyajikan nya. Tiru cara mereka merespon dan men-treatment audience nya. Ini adalah cara yang paling mudah.
Kita tidak perlu susah payah melakukan riset kata kunci, karena mereka sudah melakukan nya. Meniru yang satu ini sah-sah saja.

Kemudian, cari celah yang belum mereka cover. Bisa berupa hal yang terlewatkan, masalah yang belum terjawab. Atau apapun yang menurut kita belum lengkap. Lihat pula komentar-komentar atau umpan balik dari visitor nya. Dari situ kita bisa tahu dan belajar banyak hal. Cari sampai dapat. Semakin banyak, tentu kita makin punya banyak bahan untuk dibahas.

2. Kumpulkan bahan referensi dari berbagai sumber

Tak bisa dipungkiri, kemampuan kita membuat konten itu akan berbanding lurus dengan kebiasaan kita membaca dan menyerap informasi dari mana saja. Terapkan kebiasaan ini ya teman-teman. Karena membuat konten tentang sesuatu yang baru, akan berbeda dengan konten yang isinya bercerita tentang pendapat atau menceritakan pengalaman. Kita perlu banyak referensi.

Agar konten kita kaya. Gak seadanya. Isinya kuat dan kredible. Bisa dijadikan panduan dan rujukan user. Sekaligus punya tanggung jawab keilmuan.
  • Banyak membaca. Baca referensi dari minimal 3-5 situs teratas pencarian tentang konten yang akan dibuat. Makin banyak tentu makin baik.
  • Dari semua nya, ambil benang merah nya, point inti dan persamaan yang disampaikan. Tuliskan dengan bahasa sendiri. Ini langkah awal yang akan membuat konten kita berbeda dari yang lain.
  • Lakukan hal yang sama untuk konten video. Meniru ide nya sih, sah-sah saja ya.. Tapi jangan pernah mencontek konten. Buatlah penyampaian ulang dengan pemilihan gaya dan cara yang berbeda.
  • Bawa memo kecil. Atau catat di smartphone semua ide yang kadang muncul tanpa permisi. Ya, ide unik ini muncul kadang gak sopan, gak tau waktu dan tempat. Jadi, catet saja dulu. Lakukan kebiasaan ini. Efeknya keren lho, coba deh!
  • Lihat social media, forum, atau sekedar ketemu teman yang dinilai tau lebih banyak tentang konten yang lagi kita bahas, bisa juga jadi bahan tambahan. Rangkum referensi2 ini, susun ulang, padu padankan.

3. Pelajari apa yang audience kita cari

Terapkan metode problem solving.

Konten yang paling baik adalah yang memberikan solusi atau jawaban pada masalah yang dihadapi banyak audience. Cari tau apa yang jadi masalah umum di niche kita. Apa yang paling sering dicari atau ditanyakan. Lalu pikirkan semua kemungkinan jawabannya.

Cari tau data dari berbagai sumber. Gabungkan dengan ide, pendapat atau sekedar pengalaman pribadi. Coba deh, hasilnya pasti akan berbeda ketimbang kita cuma bikin konten seadanya. Gak percaya? Hanya sekedar contoh kecil. Saya iseng mengamati group Adsense Secret Indonesia dari awal juni 2020. Melihat isu atau masalah yang paling banyak ditanyakan di group.

Dan membuat postingan untuk membantu memberikan jawaban seadanya. Dan hanya mengandalkan pengalaman saya pribadi. Efeknya terlihat, banyak yang komen positif dan nge-like dengan jumlah yang lumayan. Semua postingan saya masuk Top Post.

Dalam waktu 2 minggu saya dapet 2 Badges penanda di group. Conversation Starter dan Visual Story Teller. Artinya postingan saya mendapatkan most engagement atau perhatian dari audience group dalam bulan ini. Maksud saya memberi contoh ini, bahwa metode yang saya biasa lakukan, memang cukup berhasil.

Oke lah, lingkup audience nya kecil yaitu group dengan member 132 ribu dan yang aktif hanya 2800an (info dari om mimin). Tapi setidaknya, konten yang saya buat mendapat respon positif. Jika menerapkan ini untuk target lebih besar, saya hanya perlu melakukan usaha dengan skalasi yang lebih besar saja, namun tentu dengan metode yang sama.

4. Tambahkan value atau nilai tambah sebagai pembeda

Di poin inilah saatnya memberikan sentuhan yang bikin konten kita unik. Ini syarat wajib. Perlu ada. Harus! Gak bisa ditawar. Kalo ibaratnya masak nih, poin ini adalah bumbu rahasia yang harus ada. Kalo kelewat, masakan kita bakalan kurang diminati, hambar, bahkan cepet basi. Sebagai publisher, di titik ini kita ditantang untuk berkreasi. Pacu diri kita untuk bisa maksimal pada bagian ini. Kalo gak, konten kita akan tenggelam.

Investasikan waktu untuk belajar, melakukan pengembangan diri agar bisa selalu memberikan nilai tambah dalam setiap postingan. Mengutif bahasa anak milenial, jangan sampe konten kita unfaedah. Ya gitu deh.. Sebagai contoh, penambahan ini bisa saja berupa:

penyertaan data yang valid dan akurat, tutorial, jurnal penelitian, studi kasus, hasil riset, kisah/pengalaman inspiratif, penawaran diskon atau promosi, support online, kutipan wawancara tokoh, tips and trick, give away atau apapun yang bikin audience kita senang.

Sesekali, coba tempatkan posisi kita disisi pembaca. Kira2 apa yang akan membuat kita senang dan antusias saat berkunjung ke sebuah blog atau chanel. Begitu pula pengunjung kita. So, pastikan sajikan yang terbaik.

5. Saatnya eksekusi. Tampilkan dengan gaya yang unik

Ok. Semua bahan sudah terkumpul. Saatnya eksekusi. Jangan sampe semua yang sudah kita siapkan tidak tersajikan dengan baik. Masih dengan asumsi sebuah resep masakan, selezat apapun hasil masakan kita, tapi saat platting alias penyajian kita salah, ya jadinya kurang menarik untuk disantap.

Poin ini, lebih ke teknis penyajian. Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan. Ini perlu dilatih dan dibiasakan, agar menjadi ciri khas yang melekat dengan diri kita. Apa saja kah?
Ini dia check list nya:
  • Judul konten yang baik dan mengundangSudah saya bahas di postingan group, bagaimana sebuah judul yang baik, bisa meningkatkan klik (CTR). Gunakan headline yang tepat, pastikan ada kata kunci yang termuat di judul artikel.
  • Perhatikan Format paragraf
    Kalo diperhatikan, tulisan saya di artikel ini, maupun artikel di group tidak pernah memuat banyak kalimat dalam 1 paragraf. Biasanya maksimal 2-3 kalimat efektif (Ada yang baru ngeh?) . Bukankah makan coklat Toble**ne itu enaknya sepotong demi sepotong? Begitu juga menikmati konten yang menarik. Secara psikologis akan lebih nikmat di selusuri kalimat per kalimat efektif yang pendek. Sederhana, namun terasa lebih ringan dan mudah dicerna. Yah, gitulah tujuan nya.
  • Siapkan aset yang akan dimasukan ke dalam konten. 
    Alangkah baiknya setiap ide, gagasan, data atau apapun yang ada di poin 2 diatas bisa divisualisasikan. Baik dengan gambar, ikon, infografik, diagram, mind map atau sejenisnya. Setiap audience punya cara berbeda dalam menikmati konten kita. Ada yang lebih suka dengan kata-kata yang panjang dan jelas (verbal), namun ada pula yang lebih memilih penjelasan gambar yang deskriptif (visual). Pastikan kita menyediakan keduanya. Agar setiap elemen bisa bersinergi dan saling menguatkan dalam proses penyampaian informasi.
  • Lakukan Proof Reading
    Setelah semua bahan tertuang, langkah terakhir adalah memastikan semua nya sesuai yang direncanakan. Periksa lagi susunan konten, alur penyampaian, ejaan, tata letak elemen, dll. Ini adalah final check, untuk memastikan semua nya berjalan mulus. Baca ulang sekali lagi dari awal hingga akhir. Apakah ada pemilihan kata yang tidak sesuai, yang harus diganti. Apakah ada elemen konten yang kurang pas.Dan yang paling penting, apakah inti dari konten kita tersampaikan dengan baik. Setelah diposting, lihat respon dari user seperti apa. Buat catatan penting, jika dirasa diperlukan. Sebagai bekal evaluasi untuk pembuatan konten yang lebih baik di kemudian hari. Selesai.
Nah, teman-teman, ini adalah pakem yang saya pakai selama ini saat proses kreasi konten. Sepertinya konten ini juga akan lebih baik jika disajikan dalam bentuk video, langkah demi langkah. Saya jadwalkan kedepan nya untuk dibuat. Mungkin setiap orang punya cara yang berbeda dalam berproses. Sama sekali saya tidak bermaksud menggurui atau mengajari. Sekali lagi, dari awal saya posting di group FB, niat saya hanya diskusi dan berbagi. Dengan harapan ada manfaat buat para member yang baru berkecimpung dan masih belajar blog/vlog. Saya yakin, ada temen-temen disini yang sengaja meminta ke saya serta membaca semua ini sekedar pengen tahu saja. Padahal kemampuan nya jauh dari apa yang saya paparkan. Namun lebih memilih diam dan menyimak.
Saya haturkan salam hormat dan terima kasih. Dan saya mohon masukan nya untuk proses yang lebih baik di kemudian hari.

Semoga ada nilai manfaat dan kebaikan yang bisa diambil dari tulisan ini. Oya, dari 5 poin di atas, yang dirasa berat menurut saya, adalah poin 1. Pencarian ide itu perlu beberapa proses latihan berulang dan terus menerus. Termasuk proses 'Brain Storming'.
Skill ini tentu bisa dipake untuk membuat ide konten blog, vlog, aplikasi android atau apa saja yang berhubungan dengan kreasi konten. Rencana saya berikutnya ingin membahas teknik ini. Selain itu supaya lebih fokus dan terarah, dengan materi-materi yang tersusun secara rapi dan terjadwal.
Terima kasih semua nya. Sampai jumpa di group dengan postingan berikutnya.
Salam.

Rudi Hermawan


All Rights Reserved by Rumah IT - Rumah Teknologi Informasi © 2013 - 2022
Powered By Blogger

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.