Waspada Email Palsu yang Mengatasnamakan Konflik Nama Perusahaan atau Merek Dagang - Rumah IT

Baru

recent

Waspada Email Palsu yang Mengatasnamakan Konflik Nama Perusahaan atau Merek Dagang

Waspada Email Palsu yang Mengatasnamakan Konflik Nama Perusahaan atau Merek Dagang


Apa yang dimaksud dengan email “Konflik dengan Nama Perusahaan atau Merek Dagang Anda”?
Berdasarkan hasil penelusuran terhadap beberapa email dengan judul tersebut, kami menyimpulkan bahwa email-email itu merupakan spam. Email palsu ini biasanya mengklaim adanya upaya pendaftaran domain .cn yang menggunakan kata kunci terkait nama perusahaan atau merek dagang penerima.
Tujuan utamanya adalah untuk menipu penerima agar terjebak dalam penipuan nama domain, khususnya penipuan pendaftaran domain.


Gambaran umum penipuan email "Konflik dengan Nama Perusahaan atau Merek Dagang"

Email “Konflik dengan Nama Perusahaan atau Merek Dagang Anda” biasanya mengaku berasal dari penyedia layanan jaringan, layanan pendaftaran nama domain, atau entitas serupa. Pesan ini sering kali menegaskan bahwa email tersebut ditujukan langsung kepada CEO perusahaan untuk memberikan kesan resmi dan mendesak.

Dalam isinya, email tersebut mengklaim telah menerima permohonan pendaftaran domain .cn (domain tingkat atas untuk Tiongkok), namun permohonan itu disebut-sebut bertentangan dengan nama perusahaan atau merek dagang penerima. Penerima kemudian diminta untuk mengonfirmasi apakah permohonan tersebut diajukan oleh mereka sendiri, distributor di Tiongkok, atau mitra bisnis lainnya.

Perlu ditegaskan bahwa seluruh informasi dalam email-email ini adalah palsu dan tidak ada kaitannya dengan penyedia layanan atau organisasi yang sah.

Seperti dijelaskan sebelumnya, email semacam ini merupakan bagian dari penipuan pendaftaran nama domain. Jika penerima menanggapi atau menghubungi pengirim (melalui email, telepon, atau cara lain), penipu akan mengklaim bahwa proses pendaftaran telah “dihentikan” demi melindungi hak kepemilikan penerima.

Waspada Email Palsu yang Mengatasnamakan Konflik Nama Perusahaan atau Merek Dagang

Modus penipuan ini dapat berjalan dengan beberapa cara. Korban bisa dibujuk untuk mendaftarkan domain yang diklaim sangat diminati. Baik domain tersebut benar-benar didaftarkan melalui pihak yang mencurigakan maupun hanya melalui proses palsu, korban tetap berisiko mengalami kerugian hingga ribuan dolar setiap tahun.

Dalam skenario lain, penipu dapat terlebih dahulu membeli domain tersebut dengan harga normal, lalu berpura-pura telah mencapai kesepakatan dengan pihak pemohon. Domain itu kemudian ditawarkan kembali kepada korban dengan harga yang jauh lebih mahal.

Singkatnya, mempercayai email seperti “Konflik dengan Nama Perusahaan atau Merek Dagang Anda” dapat menyebabkan kerugian finansial yang besar serta risiko terhadap privasi penerima.

Kampanye Spam Secara Umum

Email spam sering digunakan untuk mempromosikan berbagai jenis penipuan, seperti phishing, penipuan dukungan teknis, pengembalian dana palsu, perpanjangan atau pembatalan langganan, pemerasan seksual, lotere, warisan, dan modus lainnya. Selain itu, email spam juga kerap dimanfaatkan untuk menyebarkan malware, termasuk trojan, ransomware, cryptominer, dan jenis berbahaya lainnya.

Meski banyak orang menganggap email spam selalu ditulis dengan buruk dan penuh kesalahan ejaan atau tata bahasa, anggapan ini tidak selalu benar. Saat ini, banyak email spam yang disusun dengan rapi dan profesional, bahkan dibuat menyerupai pesan resmi dari entitas yang sah, seperti penyedia layanan, perusahaan, organisasi, lembaga, atau otoritas tertentu.

Bagaimana Kampanye Spam Menginfeksi Komputer?

Penjahat siber sering memanfaatkan kampanye spam untuk menyebarkan malware. Email atau pesan semacam ini biasanya menyertakan lampiran berbahaya atau tautan unduhan. File yang dikirim dapat berbentuk berbagai format, seperti dokumen (PDF, Microsoft Office, Microsoft OneNote, dan sejenisnya), arsip (RAR, ZIP), file yang dapat dieksekusi (.exe, .run), JavaScript, dan format lainnya.

Ketika file berbahaya tersebut dibuka, proses infeksi dapat langsung dimulai. Namun, pada beberapa jenis file, malware baru akan aktif setelah adanya interaksi tambahan dari pengguna. Sebagai contoh, dokumen Microsoft Office biasanya meminta pengguna untuk mengaktifkan makro atau konten, sedangkan file OneNote mengharuskan pengguna mengklik tautan atau file yang tertanam di dalam dokumen tersebut.

Bagaimana Cara Menghindari Instalasi Malware?

Kami sangat menyarankan untuk selalu berhati-hati saat menerima email atau pesan lainnya. Jangan membuka lampiran atau mengklik tautan dari email yang mencurigakan atau tidak dikenal, karena bisa saja berbahaya atau mengandung virus.

Perlu diingat bahwa malware tidak hanya menyebar melalui email spam. Oleh karena itu, tetaplah waspada saat menjelajah internet, karena banyak konten berbahaya yang dibuat tampak asli dan tidak mencurigakan.

Selain itu, pastikan semua unduhan dilakukan hanya melalui situs resmi dan sumber yang tepercaya. Gunakan fitur pembaruan bawaan atau alat resmi saat menginstal dan memperbarui perangkat lunak. Hindari penggunaan alat aktivasi ilegal (crack) atau pembaruan dari pihak ketiga, karena sering kali disusupi malware.

Untuk menjaga keamanan dan integritas perangkat, sangat penting memasang serta rutin memperbarui perangkat lunak antivirus yang andal. Jalankan pemindaian sistem secara berkala untuk mendeteksi dan menghapus ancaman. Jika Anda sudah terlanjur membuka lampiran berbahaya, segera lakukan pemindaian menyeluruh menggunakan perangkat lunak keamanan tepercaya untuk menghilangkan malware yang mungkin telah masuk ke sistem.

All Rights Reserved by Rumah IT - Rumah Teknologi Informasi © 2013 - 2022
Powered By Blogger

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.