Mengenal ISO 9126 Standar Pengujian Perangkat Lunak - Rumah IT

Baru

recent

Mengenal ISO 9126 Standar Pengujian Perangkat Lunak

Mengenal ISO 9126 Standar Pengujian Perangkat Lunak

Mungkin sudah banyak yang tahu mengenai metode pengembangan perangkat lunak yang umum digunakan oleh para pengembang software. Kita sering mendengan SDLC, Waterfall, Prototype, dan sebagainya sebagai metode untuk pengembangan perangkat lunak. Tapi tahukah anda bahwa metode - metode yang saya sebutkan tadi hanyalah pada proses build (rancang bangun) sampai aplikasi selesai. Aplikasi yang sudah selesai dibangun sebaiknya di uji terlebih dahulu untuk memastikan kualitas perangkat lunak tersebut.

Sebagian besar mahasiswa mungkin hanya mengenal dua pengujian saja untuk menguji sebuah software yaitu "Blackbox Testing" dan "Whitebox Testing" . Penggunaan blackbox dan whitebox sangat mudah dan praktis jika digunakan untuk pengujian perangkat lunak skala kecil. Namun jika perangkat lunak yang akan di uji sudah skala besar, maka penggunaan blackbox dan whitebox sangat tidak efisien karena akan menghasilkan keluaran berupa hasil pengujian yang sangat banyak dan ini sangat melelahkan.

Oleh karena itu kami akan memperkenalkan standar pengujian perangkat lunak selain blackbox dan whitebox testing, yaitu menggunakan ISO 9126. International Organization for Standarization (ISO) 9126 memberikan standar untuk pengujian perangkat lunak dari beberapa aspek dan karakteristik. Masing-masing aspek menggunakan alat pengujian yang berbeda. Dalam pengujian sebuah perangkat lunak menggunakan standar ISO 9126 ada enam aspek yang harus kita uji yaitu :

1. Aspek Functionality
Aspek fungsionalitas yaitu kemampuan perangkat lunak berfokus pada kesesuaian satu set fungsi untuk dapat melakukan tugas tugas tertentu atau fungsi utama (Zyrmiak, 2001).

2. Aspek Security
Perangkat lunak yang dikembangkan juga perlu diuji dari sisi keamanan (security). Perangkat lunak harus mempunyai kemampuan dalam mencegah akses yang tidak sah, baik secara sengaja atau tidak sengaja (Zyrmiak, 2001). Celah keamanan yang sering dieksploitasi adalah Cross site Scripting (XSS) dan SQL Injection (Web Application Security Consortium, 2011).

3. Aspek Usability
Usability adalah atribut kualitas yang digunakan untuk menilai seberapa mudah tampilan antar muka suatu produk untuk digunakan. Kata usability juga mengacu pada metode untuk meningkatkan kemudahan penggunaan selama proses desain. Usability didefinisikan oleh empat kualitas komponen: Learnability, Memorability, Errors dan Satification. Aspek Usability dievaluasi dengan mengukur kemudahan pengguna dalam mempelajari tampilan antar muka (user interface). Dalam hal ini faktor yang berpengaruh adalah: familiar, konsisten, general, terprediksi, simpel.Pengguna juga dapat mengingat konteks kegunaan dari setiap komponen antar muka (user interface) ketika kembali menggunakan sistem. Berikutnya, sistem mampu terhindar dari kesalahan user interfaces dan dapat segera diperbaiki ketika terjadi kesalahan. Terakhir, berhubungan dengan kepuasan pengguna terhadap tampilan antar muka (user interfaces). Konsep dasar dari kepuasan terletak pada program dapat bekerja sesuai dengan cara berpikir pengguna (Nielsen, 2003).

4. Aspek Efficiency
Efisien adalah perilaku waktu perangkat lunak, yang berkaitan dengan respon, waktu pemrosesan, dan pemanfaatan sumber daya, yang mengacu pada sumber daya material (memori, CPU, koneksi jaringan) yang digunakan oleh perangkat lunak (Spinellis, 2006).

5. Aspek Maintanability
Aspek maintanability dijelaskan sebagai usaha yang diperlukan untuk mencari dan membetulkan kesalahan pada sebuah program (McCall, Richards, & Walters, 1977). Sedangkan syarat ISO 9126 mendefinisikan maintability sebagai kemudahan sebuah perangkat lunak untuk dipahami, dikembangkan, dan diperbaiki. Beberapa indikator kriteria yang dinilai antaralain adalah consistency, simplicity, conciseness, self-descriptiveness dan modularity.

6. Aspek Portability
Aspek portability didefinisikan sebagai aspek yang berkaitan dengan usaha yang diperlukan untuk dapat mentransfer sebuah program dari sebuah lingkungan perangkat keras atau lunak tertentu ke lingkungan yang lain (McCall, Richards & Walters, 1977). Sedangkan syarat ISO 9126 mendefinisikan portability sebagai kemudahan sebuah perangkat lunak dapat dipindahkan dari suatu lingkungan ke lingkungan lain dengan mengacu pada indikator adaptability, installability, conformance dan replaceability.

Setelah kita memahami definisi dari masing-masing aspek pengujian, selanjutnya kita akan menggunakan alat pengujian ISO 9126 untuk mengimplementasikan pengujian perangkat lunak menggunakan standar ISO 0126.
All Rights Reserved by Rumah IT - Rumah Teknologi Informasi © 2013 - 2020
Powered By Blogger

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.